PSSI Sanksi Keras Klub Yang Mundur Dari Liga
Ketua umum PSSI Djohar Arifin Husein menegaskan pihaknya akan memberi sanksi keras apabila ada klub yang memutuskan untuk mundur dari kompetisi yang sedang berjalan.Djohar menyatakan klub tersebut akan diancam dikenai sanksi berat yaitu tidak boleh turun pada kompetisi berikutnya selama tiga tahun berturut-turut. Hal tersebut merupakan bentuk konsekuensi jika sebuah klub benar-benar mengabaikan aturan yang ada pada kompetisi tertinggi di Tanah Air ini."Sanksi berdasarkan statuta PSSI dan peraturan organisasi (PO) juga berlaku. Jadi klub yang mundur ditengah jalan mendapatkan sanksi dobel," katanya.
Oleh karena itu, untuk menghindari hal demikian, Djohar menyatakan PSSI saat ini sedang melakukan verifikasi dengan sangat ketat dalam 15 item persyaratan yang harus dipenuhi oleh masing-masing klub yang saat ini berpeluang turun di kompetisi tertinggi, terutama pada poin keuangan.
"Makanya, verifikasi kami lakukan dengan ketat. Jika tidak mampu memenuhi aspek keuangan maka klub bisa turun kelas atau tidak turun di kompetisi tertinggi," tambahnya.
Sergio Aguero: Roberto Mancini Pegang Kendali
Sergio Aguero mengaku sedih dengan sanksi yang diterima Carlos Tevez, menyusul ketegangan yang terjadi dengan pelatih Manchester City Roberto Mancini.Tevez bersitegang dengan Mancini karena menolak untuk dimainkan saat City ditekuk Bayern Munich 2-0 di fase grup Liga Champions. Tevez akhirnya disanksi skorsing dua pertandingan oleh klub.Aguero menilai harusnya tidak ada ketegangan seperti itu jika Tevez bisa menghormati posisi Mancini.
"Roberto yang pegang kendali. Ia menunjukkannya lewat pendapat dan idenya, dan tentunya dalam membuat keputusan. Kami hanya harus mengikutinya," kata Aguero. Kamis (29/9).
"Carlos adalah pemain hebat, tapi jelas saya tak mengetahui apa yang ada di pikirannya, mengetahui pikiran dan pendapatnya."
"Hal ini membuat saya sedih. Tapi mereka sudah besar dan mungkin akan membereskan masalah mereka sendiri," tandas Aguero.
Jonny Evans Merasa Jadi Pemain Veteran
Bek Manchester United Jonny Evans merasa dirinya sudah menjadi pemain veteran di usia ke-23 karena dia harus berbagi pengalaman dengan dua rekannya yang lebih muda yaitu Chris Smalling (21) dan Phil Jones (19)."Saya pikir saya masih tergolong dalam pemain muda tetapi saya memiliki lebih banyak pengalaman. Dan ketika saya berada di lapangan, saya ingin membantu pemain-pemain baru di tim" ujar Evans kepada United Review."Ini adalah musim ke-empat saya berada di klub sejak saya dipinjamkan ke Sunderland, jadi saya merasa ada saran yang harus diturunkan kepada pemain-pemain yang lebih muda."
"Saya tidak dapat hanya menunggu dan membiarkan pemain lain membantu diri saya. Saya cukup lama di klub untuk berada pada titik yang lebih dari itu."
"Selalu ada kompetisi yang ketat di sini dan kehadiran Phil Jones di United tidak membuat pandangan saya berubah. Saya harus memastikan saya tidak sombong dan terus berlatih keras."
"Saya tidak pernah menjadi pemain yang menarik perhatian. Jika saya tahu saya telah memberikan 100 persen, maka itulah yang saya utamakan. Saya tidak benar-benar mendengar apa yang orang lain katakan, baik atau buruk, tentang performa saya. Tentu saja, opini yang benar-benar berpengaruh adalah opini pelatih."
Jacksen F Tiago Akui Ketangguhan Arbil SC
Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago mengakui ketangguhan Arbil SC yang membuat tim Mutiara Hitam menelan kekalahan agregat 3-1, sehingga gagal melangkah ke semi-final.Persipura menelan kekalahan 2-1 saat menjamu Arbil di Stadion Mandala pada leg pertama, dan dibekap 1-0 di Stadion Francouse Al Hariri.“Tim kami tidak memperlihatkan level performa bagus,” ujar Jacksen dilansir laman konfederasi sepakbola Asia (AFC).
“Para pemain belakang mengalami kesulitan untuk menghentikan serangan Arbil. Arbil telah memperlihatkan permainan fantastis. Mereka pantas menang, dan lolos ke semi-final.”
Jacksen juga tidak mau menjadikan lapangan sebagai kambing hitam. Ia hanya menyatakan persiapan yang belum matang bermain di kandang Arbil menjadi penyebabnya.
“Satu hal yang memberikan pengaruh terhadap permainan buruk pemain saya adalah beberapa bagian lapangan yang kurang bagus. Kami akan mencoba belajar dari kesalahan kami, dan bekerja untuk meningkatkan performa tim di masa mendatang,” kata Jacksen.
Jadwal Kompetisi Belum Keluar, Klub ISL Kebingungan
Kurang beberapa hari lagi atau tepatnya pada tanggal 14 Oktober mendatang kompetisi Liga Indonesia akan bergulir, namun jadwal kompetisi belum juga dirilis oleh PSSI. Dengan kondisi demikian, klub-klub Superliga Indonesiapun kebingungan.Asisten manajer Persiwa Wamena Agus Santoso menyatakan ketidakpuasannya tersebut, ia sangat heran dengan PSSI sekarang yang belum mengeluarkan jadwal kompetisi padahal kompetisi akan segera berjalan. Apalagi jumlah klub yang mengikuti Superliga membengkak menjadi 24 klub."Kami juga heran. Kompetisi kan sudah hampir jalan. Tapi sampai sekarang kok belum ada jadwal yang disampaikan ke klub. Baik berupa email maupun fax. Kalau tahun-tahun sebelumnya, jadwal tersebut diberikan sebelum sebelum kick off," ujar Agus.
Hal tersebut dinilai sangat merugikan klub terutama tentang administrasi pemain. Agus khawatir dengan ketidakjelasan kapan jadwal pendaftaran pemain, akan ada pemain yang secara sengaja atau tidak sengaja memiliki kontrak ganda.
"Jangan sampai nantinya ada pemain yang dobel kontrak dengan klub lain. Karena itu, kedua hal tersebut sangat penting. Ini adalah efek negatif dari keputusan PSSI membumi hanguskan orang-orang BLI musim lalu. Padahal, mereka sebenarnya sangat tahu tentang hal tersebut," tambah Agus.
PSSI tampaknya memang sangat tidak siap menggelar kompetisi musim ini, selain belum keluarnya jadwal kompetisi, PSSI juga belum mendistribusikan manual liga kepada klub-klub peserta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar